Lampu jalan luar ruangan (juga dikenal sebagai lampu taman, lampu jalan setapak) terutama digunakan untuk penerangan di taman, komunitas, alun-alun dan tempat lainnya. Pemasangannya harus memenuhi persyaratan keselamatan, fungsionalitas, dan estetika. Memahami spesifikasi pemasangan dan tindakan pencegahan dapat meningkatkan efisiensi pemasangan dan mengurangi pengoperasian yang salah.
1. Persiapan sebelum pemasangan
(1). Perencanaan desain
Analisis kebutuhan penerangan: Tentukan jarak antar lampu (biasanya 3~5 meter), tinggi (0,6~1,2 meter) dan standar penerangan (10~30 lux) berdasarkan lebar jalan dan arus orang.
Pengkabelan dan catu daya:
Gunakan catu daya bertegangan rendah (12V/24V) atau daya listrik (220V), dan utamakan lampu LED tenaga surya untuk mengurangi kabel.
Kedalaman penguburan kabel ≥0,5 meter, dan dilindungi oleh pipa PVC untuk menghindari kerusakan mekanis.
(2). Persiapan bahan dan alat
Lampu: kelas tahan air ≥IP65, bahan tahan korosi (seperti paduan aluminium, baja tahan karat).
Bagian tertanam pondasi: pondasi beton ukuran ≥30×30×40cm, tertanam baut atau sangkar jangkar.
Peralatan: level, bor listrik, tang crimping kabel, pita isolasi, dll.
2. Langkah-langkah instalasi dan persyaratan teknis
(1). Konstruksi pondasi
Penempatan dan tata letak: Tandai posisi lampu sesuai dengan gambar desain untuk memastikan garis lurus atau busur sejajar.
Menuangkan fondasi:
Bagian yang tertanam harus dipasang secara vertikal dan beton harus dirawat selama ≥3 hari.
Fondasi harus berada 5~10cm di atas tanah untuk mencegah air meresap.
(2). Pemasangan lampu
Memperbaiki tiang lampu:
Kencangkan alas tiang lampu dengan mur dan sesuaikan vertikalitasnya (deviasi ≤2°).
Baut jangkar perlu dirawat dengan bahan anti korosi (seperti cat anti karat).
Spesifikasi kabel:
Lampu bertegangan rendah: Gunakan konektor tahan air (seperti kelas IP67), dan kutub positif dan negatif tidak boleh terbalik.
Lampu listrik:
Kabel hidup (L), kabel netral (N), dan kabel ground (PE) dibedakan secara ketat, dan kabel ground diarde secara terpisah (resistansi grounding ≤4Ω).
Sambungan kabel disegel dengan lapisan ganda pipa heat shrink tahan air.
(3). Pemasangan sumber cahaya dan pengontrol
Modul LED: Pastikan pembuangan panas yang baik dan hindari pengoperasian beban penuh jangka panjang. Lampu tenaga surya:
Panel fotovoltaik menghadap ke selatan (belahan bumi utara), sudut kemiringan ≈ garis lintang setempat, dan tidak ada halangan.
Baterai harus tahan lembab dan dipasang di tempat yang berventilasi.
3. Standar keamanan dan penerimaan
(1). Keamanan listrik
Uji isolasi: Gunakan megohmmeter 500V untuk mengukur, resistansi isolasi kabel ≥10MΩ.
Perlindungan kebocoran: Sakelar kebocoran 30mA harus dipasang di sirkuit listrik.
(2). Penerimaan fungsional
Keseragaman pencahayaan: Tidak ada area gelap atau silau, perbedaan iluminasi antara lampu yang berdekatan ≤20%.
Kontrol waktu: Kontrol lampu atau sakelar kontrol waktu harus di-debug secara akurat (seperti pencahayaan otomatis saat senja).
93). Ketahanan terhadap angin dan gempa
Tingkat hambatan angin tiang lampu ≥8 (kecepatan angin 20m/s), dan bautnya harus anti kendor.
4. Pemeliharaan dan pemecahan masalah
(1) Perawatan rutin
Inspeksi bulanan: Bersihkan permukaan lampu dan singkirkan dedaunan yang menghalangi panel fotovoltaik.
Inspeksi triwulanan: Kencangkan baut dan uji ketahanan tanah.
(2) Pemecahan Masalah
| Masalah | Kemungkinan Penyebabnya | Larutan |
| Cahaya bukan penerangan | Pemadaman listrik/kegagalan pengontrol | Periksa kabel/ganti pengontrol |
| Cahaya berkedip-kedip | Kontak buruk/voltase tidak stabil | Crimp ulang konektor/tambahkan pengatur tegangan |
| Masa pakai baterai lampu tenaga surya pendek | Baterai menua/panel fotovoltaik kotor | Ganti baterai/bersihkan panel fotovoltaik |


